Selamat Datang di WWW.FILMALTERNATIF.ORG
Website ini ditujukan bagi komunitas / lembaga non komersil yang baik secara langsung memiliki fokus pada film dan video baik dalam produksi, pemutaran, ataupun kajian di Indonesia. website filmalternatif memiliki pilar utama; menyediakan informasi serta pengetahuan yang berkenaan langsung dengan aktivitas komunitas film di Indonesia dengan menyediakan informasi dalam bentuk Berita , Artikel , Agenda Acara , serta Link yang dapat memberikan akses informasi secara terbuka.
Silahkan kirimkan tulisan dalam bentuk Artikel, Berita, maupun Informasi Acara ke redaksi@filmalternatif.org
Welcome to WWW.FILMALTERNATIF.ORG
This website has one main objective; to provide information and knowledge that have direct relevance to the activities of Indonesia film communities.

Selama ini belum ada sebuah peraturan kode etik dalam melakukan pemutaran film non bioskop di Indonesia. Pelanggaran kode etik seringkali terjadi karena kebanyakan komunitas film/pihak pemutar tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai hal tersebut. Setidaknya hal tersebut kerap terjadi di Banyumas.
Saya mengikuti "kuliah" Sandeep Ray, pegiat film asal India yang
memilih jalur film dokumenter ketimbang Bolywood. "Kuliah" berbahasa Inggris
yang digelar di Benteng Vendeburg, Yogyakarta
akhir pekan lalu itu memberi wawasan mengapa dokumenter menjadi menarik untuk
ditekuni. Sandeep membuat dokumenter, termasuk untuk kepentingan pendidikan dan
berbagai perusahaan (www.sandeepray.com).
Dia bisa bekerja bersama dalam sebuah tim produksi film. Namun sering dia
menjadi sutrada...
OneEleven Integrated Communications yang lebih dikenal dengan nama PT.Visi Anak Bangsa bekerjasama dengan Project CIVED (proyek kerjasama Departemen Dalam Negeri dan United Nations Development Programme) menggelar program Kompetisi Film Pendek Anak Muda (KFPAM) 2008.Demokrasi, dipandang sebagai sesuatu hal yang berbau politis, dan tidak ada sangkut pautnya dengan keseharian remaja. Proyek CIVED pada tahun 2007 lalu telah menyelenggarakan Kompetisi Film Pendek Anak Mud...
Sejak awal, film non komersial mencoba untuk membuka jalur distribusinya
sendiri. Para pembuat film yang mayoritas
berasal dari komunitas film, mencoba untuk menyebarkan karyanya secara mandiri;
dari tangan ke tangan, titip-menitip, baik perorangan maupun melalui
acara-acara pemutaran film maupun lainnya. Pola distribusi musik underground
di Indonesia menjadi salah satu kerangka acu bagaimana pembuat film non
komersial menyebarkan karyanya.
We’re looking for Indonesia ’s creative champions to make the next big wave at the IYCEY Award competition in the UK .As Indonesia ’s champion this year you’ll win a 14-day all-expenses paid trip to the UK . Promote your work at the London Film Festival, network with top UK industry leaders, join the workshops, and compete for the £7,500 grand prize!You’ll follow in the footsteps of Wahyu Aditya, animator and director of Hello;Motion. Crowned as the IYCEY Scre...
Selama ini belum ada sebuah peraturan kode etik dalam ...
Saya mengikuti "kuliah" Sandeep Ray, pegiat fil...
OneEleven Integrated Communications yan...
Sejak awal, film non komersial mencoba untuk membuk...
Screening Fee atau ongkos pemutaran film belum menjadi...
Dari sekian banyak persoalan di perfilman Indonesia, di...
Beberapa jam menjelang Semifinal Leg I Liga Champions ...
Negara, entitas yang selalu menjadi perdebatan sepanjan...